Dua Tentara OPM Menyerahkan Diri karena Takut dan Merasa Terlantar
NASIONAL
NASIONAL

Dua Tentara OPM Menyerahkan Diri karena Takut dan Merasa Terlantar

ADVERTISMENTS
Iklan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H dari Bank Aceh Syariah
image_pdfimage_print

– Dua anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB – OPM) menyerahkan diri ke Makoramil 1804-07/Kambrauw Kampung Sunua Distrik Kambrauw, Kaimana, Papua Barat, pada Jumat, 1 April 2022.

ADVERTISMENTS

Keduanya yang bernama Natalis Watora, 25 tahun, dan Engel Feneteruma, 31 tahun. Mereka menyerahkan diri dengan didampingi oleh Kepala Distrik Kambrauw, Barent Tumanat dan diterima oleh Danramil 1804-07/Kambrauw Kapten Inf Frans Aboda. 

“Kedua simpatisan tersebut merupakan anggota TPNPB-OPM Kodap XII Kaimana-Kuri yang berasal dari Kampung Rauna,” ujar Kapendam Kasuari Kolonel Arm Hendra Pesireron dalam keterangannya, Sabtu, 2 April 2022. 

ADVERTISMENTS

Saat menyerahkan diri, keduanya membawa dua mata panah, dua buah peluru senapan angin kaliber 3mm, dan barang bukti lainnya. Hendra mengatakan, penyerahan diri berawal saat keduanya melarikan diri dari kelompok Jonair Waga bersama simpatisannya yang akan melakukan penyerangan di pertigaan masuk TPU, kurang lebih 200 meter sebelah barat Yonif 764/IB.

Berita Lainnya:
Oknum Polisi di Sukabumi Digerebek Selingkuh dengan Bini Orang, Suami Sah Lapor Propam

Mereka melarikan diri karena takut dalam penyerangan dan merasa terlantar. Sehingga keduanya berniat kembali ke Kampung Rauna dengan berjalan kaki mengikuti pinggiran hutan hingga akhirnya sampai di salah satu rumah warga di Kampung Tanggaromi. 

ADVERTISMENTS

“Selanjutnya mereka memutuskan bertemu dengan Barent Tumanat dan membawa membawa kedua simpatisan tersebut ke Koramil 1804-07/Kambrauw guna menyerahkan diri dan diambil keterangan oleh Kodim 1804/Kaimana,” ujar Hendra. 

Berita Lainnya:
Menolak Lupa Skandal Buku Merah Seret Tito Karnavian: KPK Terguncang!

Pada kesempatan tersebut, kedua simpatisan membuat surat pernyataan untuk kembali setia kepada NKRI dan tunduk kepada hukum yang berlaku di Indonesia.

Salah satu simpatisan, Natalis, mengajak kepada warga Kampung Rauna lainnya agar tidak terpengaruh dengan ajakan dari warga luar Kaimana untuk berbuat anarkis dan kriminal. Ia juga mengimbau agar segera melaporkan kepada Kepala Distrik Kambrauw atau Danramil Kambrauw jika menerima ajakan tersebut. 

Saat ini kedua simpatisan OPM tersebut telah diserahkan kembali kepada Kepala Distrik Kambrauw dan Danramil Kambrauw untuk dipulangkan ke keluarga.

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

ADVERTISMENTS