Irjen Pol Agung Makbul Dorong Milenial Berani Laporkan Pungli dan Hidup Sederhana
ACEH

Irjen Pol Agung Makbul Dorong Milenial Berani Laporkan Pungli dan Hidup Sederhana

ADVERTISMENTS
Iklan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H dari Bank Aceh Syariah
image_pdfimage_print

BANDA ACEH – Sekretaris Satgas Saber Pungli, Irjen Pol DR Agung Makbul mengajak anak-anak muda, yang akrab disebut generasi milenial atau langgas, untuk berani melaporkan praktik pungutan liar (pungli). Baik yang mereka alami atau yang dialami oleh orang-orang di sekitar mereka.

ADVERTISMENTS

“Anak muda harus berani melawan pungli,” kata Agung Makbul saat memberikan orasi ilmiah di Universitas Syiah Kuala, Selasa, 17 Mei 2022.

Agung mengatakan beberapa sektor kehidupan di negeri ini yang masih menjadi lahan basah pungutan liar. Di antaranya sektor pendidikan, pertanahan, dan administrasi kependudukan. Hal ini, kata Agung, sangat menyusahkan anggota masyarakat dan menyebabkan biaya ekonomi yang tinggi.

ADVERTISMENTS
Berita Lainnya:
Distan Aceh Besar Lakukan Penggemukan Sapi Program Unggulan

Agung mengatakan sejumlah pengusaha perumahan bersubsidi, misalnya, mengeluhkan praktik pungutan liar dari oknum aparat di bidang pertanahan yang meminta uang puluhan juta rupiah untuk mengukur sebidang tanah. Petugas nakal itu, kata Agung, juga meminta lahan di lokasi strategis pada areal perumahan itu.

Permintaan ini, kata Agung, sangat membebani mereka sampai akhirnya pengembang melaporkan hal ini pada Satgas Saber Pungli. Para pelaku, kata Agung, akhirnya ditangkap.

ADVERTISMENTS

“Jangan takut untuk melaporkan praktik pungli,” kata Agung.

Agung juga mengingatkan anak-anak muda untuk tidak menjalani gaya hidup yang hedonis. Sejak muda, kata Agung, anak-anak muda harus belajar untuk hidup sederhana dan berani berkata cukup dan bersyukur. Sehingga anak-anak muda tidak terdorong untuk mencari jalan pintas demi mendapatkan kekayaan.

Berita Lainnya:
UIN Ar-Raniry Gelar Khataman Massal Sambut Nuzulul Qur’an

Agung mengatakan penting untuk mencari rezeki yang berkah. Saat Allah memberikan rezeki yang berkah, maka sedikit apapun rezeki itu, maka itu akan cukup bagi si penerima. Demikian juga sebaliknya. Jika Allah tidak memberkahi rezeki itu, maka sebanyak apapun kekayaan yang dikumpulkan, mustahil bisa mencukupi kebutuhan.

“Kalau kita pandai bersyukur, maka Allah akan menambah rezeki. Tapi jika kita mengingkari nikmat Allah, maka sesungguhnya azab Allah sangat pedih,” kata Agung Makbul mengutip ayat Alquran. [ril]

 

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

ADVERTISMENTS