IPW Minta Polisi Ancam Santri di Gowa Pakai Pistol Ditindak Keras
NASIONAL
NASIONAL

IPW Minta Polisi Ancam Santri di Gowa Pakai Pistol Ditindak Keras

ADVERTISMENTS
Iklan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H dari Bank Aceh Syariah
image_pdfimage_print

BANDA ACEH – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso, angkat bicara mengenai polisi beridentitas Brigadir A, yang mengancam santri dengan senjata api di pondok pesantren (Ponpes) Tahfizul Quran Imam Al-Zuhri, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Ia meminta Brigadir A ditindak tegas.

ADVERTISMENTS

“Terkait polisi gunakan senjata, mengancam warga harus ditindak keras, dan tegas. Harus dikenakkan kode etik, disel. Kemudian cabut hak gunakan senjatanya,” ujar Sugeng, Minggu (27/11/2022).

Sugeng menyinggung soal proses reformasi kultural Polri. Sugeng memandang perlu langkah tegas untuk menciptakan kultur Polri yang lebih baik.

ADVERTISMENTS
Berita Lainnya:
Kalap Usai Tahu Istri Diajak Berhubungan, Suami di Tuban Tebas Leher Penagih Utang

“Kasus-perilaku kekerasan, arogan tak pernah selesai karena proses reformasi kultural Polri harus dijalankan secara lugas,” tuturnya.

Menurutnya, reformasi kultural memang memakan waktu yang tidak sebentar. “Salah satu terapinya adalah penindakan lugas dan keras,” kata Sugeng.

ADVERTISMENTS

Kasus Brigadir A kini ditangani oleh Propam. Ini dilakukan setelah pihak pesantren membuat laporan ke Polres Gowa.

Mengingat personel yang dimaksud bertugas di Polrestabes Makassar sehingga diambil alih oleh Propam Polrestabes untuk penegakan hukum untuk personelnya,” kata Kasi Humas Polres Gowa AKP Hasan Fadhlyh, Minggu (27/11/2022).

Berita Lainnya:
Wildan, Pemuda yang Viral Pamer Uang Baru Rp 2 Miliar Kini Didampingi Pengacara, Ada Apa?

Menurut Hasan, Brigadir A adalah seorang anggota Polrestabes Makassar. Namun Brigadir A domisili di Kelurahan Samata, Gowa.

“Diduga Brigadir A ini dari anggota Polretabes. Cuma, dia berdomisili di situ di Samata, mungkin di depan ponpes itu,” jelas dia.

Hasan membenarkan Brigadir A memang diduga melakukan aksi koboi mengancam pistol ke santri. Ia menyebut Brigadir A tersulut emosi.

“Tersulut emosi kemudian tidak terkontrol akhirnya terjadi. Namanya juga mungkin sisi kemanusiaan mungkin kadang orang bisa mengontrol emosinya kadang tidak,” tandas Hasan.

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

ADVERTISMENTS