“Aku berharap masyarakat bisa membersamai mereka, bisa memperlakukan mereka sama seperti orang-orang pada umumnya, tidak mengasihani mereka, tapi kasihi mereka dengan tulus,” kata Yuly.
Yuly berpesan, jika ada anggota keluarga kita yang ABK, upaya pertama kali yang harus kita lakukan adalah penerimaan. Ketika kita sudah bisa menerima kondisi anak kita, maka kita juga tidak akan malu, dan akan dengan percaya diri membawa anak kita ke lingkungan sosial.
Setelah itu, barulah kita bisa mengambil langkah selanjutnya dengan memulai terapi, membekali anak untuk kemandiriannya, mencari potensi yang ada dalam diri anak walaupun tidak mudah. Tapi pasti ada potensi yang diselipkan oleh Tuhan pada si anak.
Sebagai orang tua ABK, Yuly selalu menghargai dan mensyukuri progress sekecil apapun yang ditunjukkan oleh anaknya tersebut. Di balik progress kecil itu, percayalah mereka sudah melewati proses perjuangan yang sangat tidak mudah.
Dimulai dari kita sendiri sebagai orang tua dan keluarga yang terlebih dahulu menghargai setiap progress kecil tersebut, dan sangat perlu diketahui oleh orang-orang bahwa mereka melewati proses yang tidak mudah untuk mencapai suatu hal yang sangat sederhana. Sehingga orang di luar pun bisa ikut menghargai prosesnya yang tidak mudah. Di sinilah keistimewaan mereka yang sangat perlu kita hargai, bukan untuk di-bully.
Rulli Aryanto, pemilik label musik Senada Digital yang memproduksi dan mendistribusikan lagu-lagu Kenneth Trevi mengatakan, label musiknya tersebut merilis lagu-lagu yang mengangkat isu-isu sosial, religius, motivasi, dan edukasi tanpa disengaja, hanya mengalir saja. Banyak pengalaman yang dilewati untuk jadi pelajaran untuk dirinya pribadi yang selalu ingin ia bagikan ke orang lain.
Hal tersebut sebagai wujud syukurnya kepada Tuhan, atas setiap berkat talenta dan segala yang diberikan kepadanya. Setiap karya yang diproduksi dan dirilis Senada Digital adalah bentuk terimakasihnya kepada Tuhan yang ia kembalikan untuk Tuhan, supaya bisa jadi manfaat yang baik untuk banyak orang.
Sebagai seorang penulis lagu dan sekaligus produser, Rulli Aryanto gelisah melihat banyaknya kejadian bullying di Tanah Air. Oleh sebab itu, Rulli Aryanto menulis lagu Anti Bully yang dinyanyikan Kenneth Trevi bersama Ryu Aliester dan Miben Voice. Juga ada lagu Jangan Bully yang juga ia tulis sendiri untuk dinyanyikan Kenneth Trevi.
“Saya mempercayakan lagu Anti Bully, dan Jangan Bully dinyanyikan Kenneth Trevi karena ia korban bullying, supaya dalam membawakan lagu-lagu tersebut akan lebih hidup. Kenneth Trevi sebagai ABK sangat rentan untuk di-bully, besar harapan saya lagu-lagu tersebut mendapat support dari semua masyarakat Indonesia dalam mengkampanyekan gerakan anti bully,” kata Rulli Aryanto.
Lebih lanjut, Rulli Aryanto mengatakan manusia diciptakan sama oleh Tuhan dan ia percaya kita semua sama-sama berharga di mata Tuhan. Jadi saat kita mem-bully sesama manusia berarti secara tidak langsung kita sedang melukai Pencipta-nya. Rulli Aryanto ingin lagu-lagu tersebut menjadi manfaat yang baik untuk kita semua, apalagi bisa dibawakan oleh semua generasi tanpa batas usia.