Menteri PPMI Sebut Anggaran Perlindungan PMI Terlalu Minim
NASIONAL
NASIONAL

Menteri PPMI Sebut Anggaran Perlindungan PMI Terlalu Minim

ADVERTISMENTS
Iklan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H dari Bank Aceh Syariah
image_pdfimage_print

BANDA ACEH – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding mengatakan anggaran yang dikeluarkan Kemenkeu untuk perlindungan pekerja migran masih terlalu minim.Anggaran yang dikucurkan dari pusat yang hanya Rp495 miliar sangat kurang untuk mengelola para pekerja migran di Indonesia. 

ADVERTISMENTS

“Anggarannya memang kalau tahun kemarin, menurut saya sangat terbatas, sangat minim. Kemarin itu hanya Rp495 triliun, eh, miliar, sorry. Miliar, di mana kita punya pegawai 1.400 dengan luasan tanggung jawab yang begitu besar,” ucap Abdul Kadir Karding di Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Rabu, 30 Oktober 2024.

Berita Lainnya:
Buntut Kasus Disertasi Bahlil, Rektor tak Berdaya, Prof Kiki: UI Lebih Kotor dari Pabrik Kaleng

“(Untuk) Perlindungan, penempatan, pemberdayaan,” sambungnya.

ADVERTISMENTS

Karding bakal meminta Kemenkeu memberikan jatah lebih untuk kementeriannya yang baru dibentuk Presiden Prabowo Subianto itu.

“Oh, pasti kita minta tambahan. Karena, oh belum tahu. Saya nggak berani ngomong.

ADVERTISMENTS

Nanti biar dikaji dulu oleh tim, yang rasional, yang proporsional, sesuai dengan kebutuhan kerja kita,” ucapnya.

Berita Lainnya:
2 Oknum TNI Penembak 3 Polisi di Lampung Resmi Jadi Tersangka

Nantinya, kata Karding, akan dialokawikan untuk perlindungan para pekerja Indonesia di luar negeri.

“Perlindungan, perlindungan. Perlindungan dan vokasi penempatan,” tutupnya.

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

ADVERTISMENTS