Program MBG Kacau! Buah Busuk, Ayam Mentah, Anak Keracunan, BGN Diminta Bertanggung Jawab
EDUKASI
EDUKASI

Program MBG Kacau! Buah Busuk, Ayam Mentah, Anak Keracunan, BGN Diminta Bertanggung Jawab

ADVERTISMENTS
Iklan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H dari Bank Aceh Syariah
image_pdfimage_print

BANDA ACEH – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai kritik setelah ditemukan berbagai permasalahan dalam penyajiannya. Dari buah busuk, ayam mentah, hingga kasus keracunan massal, kondisi ini memicu kekhawatiran publik terhadap keamanan pangan dalam program tersebut.

ADVERTISMENTS

Pengamat kesehatan sekaligus anggota BPJS Watch, Timboel Siregar, menegaskan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) harus bertanggung jawab penuh atas permasalahan ini. Ia juga menyoroti peran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam memastikan kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi anak-anak penerima manfaat program MBG.

“BGN adalah pengelola program makan siang bergizi yang harus berkoordinasi dengan BPOM. BPOM memiliki kewenangan dalam mengawasi pasokan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan makanan,” ujar Timboel kepada Inilah.com, Jumat (28/2/2025).

ADVERTISMENTS

BPOM Dinilai Belum Optimal

Menurut Timboel, keterlibatan BPOM dalam program MBG masih belum optimal, sehingga kasus keracunan terus terjadi akibat kesalahan dalam pengelolaan makanan. Ia menekankan bahwa seleksi bahan makanan serta proses pengolahan harus lebih diperketat agar tidak membahayakan kesehatan anak-anak.

Berita Lainnya:
Kisah Mualaf Paul Pogba: Islam Mampu Jawab Pertanyaan-Pertanyaan Saya

“Meski aturan sudah ada, saya melihat peran BPOM masih belum maksimal. Akibatnya, kesalahan pengelolaan makanan terus terjadi, bahkan sampai menyebabkan keracunan pada anak-anak,” katanya.

ADVERTISMENTS

Timboel juga mencurigai kemungkinan penggunaan bahan makanan kedaluwarsa atau tidak layak konsumsi dalam program ini. Ia menegaskan bahwa keamanan pangan tidak hanya bergantung pada kualitas bahan baku, tetapi juga proses pengolahan dan kemasan.

“Pemilihan bahan makanan harus diperketat. Jangan sampai bahan yang akan diolah sudah kedaluwarsa atau mengandung zat berbahaya. Selain itu, pengolahan makanan juga harus diawasi agar tidak terjadi kesalahan yang berdampak pada kesehatan anak-anak,” lanjutnya.

Ia menambahkan, penggunaan wadah makanan yang tidak higienis bisa menyebabkan kontaminasi dan berisiko membahayakan kesehatan. “Seluruh tahapan, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan, harus diawasi ketat agar tidak berujung pada kasus keracunan,” tegasnya.

Berita Lainnya:
Febri Kebangetan Dua Kali Bela Terdakwa Korupsi, Pernah Dicekal di Kasus SYL

Rentetan Masalah di Program MBG

Sejumlah temuan mencengangkan terkait program MBG terus bermunculan di berbagai daerah:

  • Surabaya: Ombudsman RI menemukan makanan tidak layak konsumsi, seperti buah melon busuk dan sayuran yang sudah tidak segar di SMPN 13 Surabaya.
  • Waingapu, Sumba Timur: Makanan dalam program MBG ditemukan mengandung potongan daging ayam mentah, yang berisiko menyebabkan gangguan kesehatan.
  • Takalar, Sulawesi Selatan: Puluhan siswa di tiga SD mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG yang berisi nasi, ikan, tahu, sayur, dan pisang. Para siswa mengalami mual dan pusing setelah makan.

Berbagai kejadian ini menambah panjang daftar polemik dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Publik pun mendesak agar BGN dan BPOM segera mengambil langkah konkret untuk memastikan keamanan pangan dalam program ini, sehingga tidak terus merugikan kesehatan anak-anak Indonesia.

Sumber: Media

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

ADVERTISMENTS