Panas! China dan Amerika Serikat Saling Nyatakan Siap Perang Apa Pun
AMERIKAINTERNASIONAL

Panas! China dan Amerika Serikat Saling Nyatakan Siap Perang Apa Pun

ADVERTISMENTS
Iklan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H dari Bank Aceh Syariah
image_pdfimage_print

BANDA ACEH – Ketegangan antara China dan Amerika Serikat (AS) memanas gara-gara perang dagang. Sekarang, dua raksasa ekonomi dunia itu saling menyatakan siap untuk jenis perang apa pun.

ADVERTISMENTS

Perseteruan ini dimulai oleh Presiden AS Donald Trump yang mengenakan lebih banyak tarif pada semua barang China.

Beijing cepat membalas dengan mengenakan tarif 10-15% pada produk pertanian Washington.

ADVERTISMENTS

Namun, perseteruan tersebut terancam meluas tak hanya pada perang dagang karena China menyatakan siap untuk jenis perang lainnya.

“Jika perang adalah yang diinginkan AS, baik itu perang tarif, perang dagang, atau jenis perang lainnya, kami siap berperang sampai akhir,” kata Kedutaan Besar China di Washington dalam pernyataan di X, seperti dikutip BBC, Kamis (6/3/2025).

ADVERTISMENTS

Pernyataan Kedutaan China itu menggemakan komentar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian.

Itu adalah retorika terkuat sejauh ini dari China sejak Trump menjadi presiden AS dan muncul saat para pemimpin China berkumpul di Beijing untuk Kongres Rakyat Nasional tahunan.

Berita Lainnya:
Gaza Kembali Diserang, Ulama Dunia Keluarkan Fatwa Jihad Lawan Israel

Pada hari Rabu, Perdana Menteri China Li Qiang mengumumkan bahwa China akan kembali meningkatkan pengeluaran pertahanannya sebesar 7,2% tahun ini.

“Pperubahan yang tak terlihat dalam satu abad sedang berlangsung di seluruh dunia dengan kecepatan yang lebih cepat,” katanya.

Peningkatan anggaran militer tersebut sudah lama diharapkan dan sesuai dengan angka yang diumumkan tahun lalu.

Para pemimpin di Beijing mencoba mengirim pesan kepada orang-orang di China bahwa mereka yakin ekonomi negara itu dapat tumbuh, bahkan dengan ancaman perang dagang dari Amerika.

China di masa lalu telah menekankan bahwa mereka siap berperang.

Oktober lalu, misalnya, Presiden Xi Jinping meminta pasukan untuk China memperkuat kesiapan mereka untuk berperang saat mereka mengadakan latihan militer di sekitar pulau Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri.

Retorika Beijing direspons Pentagon dengan mengumumkan bahwa AS juga siap perang dengan China jika perlu.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengklarifikasi posisi AS pada Rabu (5/3/2025) pagi dalam sebuah wawancara dengan Fox News, menanggapi pernyataan Kedutaan Besar China.

Berita Lainnya:
Israel Heran, Mengapa Hamas Masih Bisa Nyerang Pakai Roket Meski Dibom Berulang Kali

“Kami siap,” kata Hegseth. “Mereka yang mendambakan perdamaian harus bersiap untuk perang,” katanya lagi.

Bos Pentagon lebih lanjut menyatakan bahwa inilah sebabnya AS membangun kembali militernya.

“Dan memulihkan pencegahan dalam etos prajurit,” ujarnya.

“Kita hidup di dunia yang berbahaya dengan negara-negara yang kuat dan berpengaruh yang memiliki ideologi yang sangat berbeda,” kata Hegseth.

“Mereka dengan cepat meningkatkan anggaran pertahanan mereka, memodernisasi teknologi–mereka ingin menggantikan Amerika Serikat,” paparnya.

Hegseth menekankan bahwa mempertahankan kekuatan militer adalah kunci untuk menghindari konflik.

“Jika kita ingin mencegah perang dengan China atau negara lain, kita harus kuat,” ujarnya.

Hegseth juga menegaskan bahwa Presiden AS Donald Trump memiliki “hubungan yang baik” dengan koleganya dari China Xi Jinping, dan bahwa kerja sama dan kemitraan akan diupayakan jika memungkinkan.

Namun, Hegseth menekankan bahwa perannya sebagai menteri pertahanan adalah untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi konfrontasi apa pun.

Sumber: Media

ADVERTISMENTS
Selamat & Sukses dr. Elfina Rachmi atas pengukuhan sebagai Kepala Instalasi Gizi Rumah Sakit Persahabatan

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

ADVERTISMENTS