“Capek-capek 98 Kita Reformasi, Tapi Kita Kembali” Ujar Salah Satu Pendemo RUU TNI
NASIONAL
NASIONAL

“Capek-capek 98 Kita Reformasi, Tapi Kita Kembali” Ujar Salah Satu Pendemo RUU TNI

ADVERTISMENTS
Gampong Ramadhan in Action Bank Aceh Syariah
image_pdfimage_print

BANDA ACEH – Massa aksi demo Tolak Revisi UU TNI yang mengenakan pakaian serba hitam mulai membubarkan diri dari pintu Gerbang Pancasila di Jalan Lapangan Tembak, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis, 20 Maret, siang.Dari pantauan VOI, massa berpakaian serba hitam tersebut juga meninggalkan coretan vandalisme di pintu Pagar Pancasila berwarna hitam. Pendemo menuliskan kalimat “Militer Membunuh Perempuan” dan “1312”.

ADVERTISMENTS

Mereka juga menulis kalimat “Fuck The Police 1312” dengan menggunakan cairan cat berwarna merah. Tulisan tersebut dibuat menggunakan kuas kecil yang telah dibawa pendemo.

Kemudian massa membubarkan diri sekitar pukul 11.30 WIB. Mereka membuat barisan sambil membawa sejumlah poster sebelum membubarkan diri.

ADVERTISMENTS
Berita Lainnya:
Ribuan Warga Jakarta Korban Banjir Masih Mengungsi

“RUU TNI yang dibahas di gedung sana, yang katanya gedung rakyat itu sangat berpotensi memunculkan kembalinya dwi fungsi ABRI. Kalau dwi fungsi ABRI kembali, maka sia-sia reformasi yang kita lakukan. Capek-capek 98 kita reformasi tapi hasilnya kita kembali, kita tidak belajar dari sejarah,” kata salah satu pendemo dalam orasinya.

Para pendemo kemudian berjalan longmarch pergi meninggalkan kawasan Gerbang Pemuda Gedung DPR RI sambil terus meneriakkan sejumlah yel-yel tuntutan dan keluh kesah mereka.

ADVERTISMENTS

Sebelumnya, tiga unit tenda dome didirikan beberapa orang pendemo di depan Gerbang Pancasila, pintu belakang gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Kamis, 20 Maret.

Berita Lainnya:
Kronologi Polisi di Sikka Lecehkan Siswi SMP, VC Pamer Benda Pusaka: Saya Ingin sama Kamu yang Perawan

Selain mendirikan tenda, pendemo juga memasang bendera merah putih dan bendera palang merah.

Menurut Vi, salah satu pendemo dari masyarakat sipil, aksi ini dilakukan karena masyarakat resah dengan adanya revisi UU TNI tersebut.

“Seharusnya pemerintah itu bercondong ya, lebih condong ke masyarakat apalagi DPR. Tapi DPR tidak pernah mendengarkan rakyat. Melalui aksi ini, kami akan berencana dan berkonsolidasi terus terkait pengesahan RUU TNI ini,” kata Vi kepada wartawan di Gerbang Pancasila, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dalam aksi ini, massa yang telah mendirikan tenda sejak Kamis subuh membawa 6 tuntutan.

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

ADVERTISMENTS