Peribahasa yang agak puitis juga ada, “Ladang subur tak hanya menerima hujan, tapi juga angin dan badai.” Ini menunjukkan bahwa kritik adalah bagian dari proses pertumbuhan dan pembangunan.
Jika Prabowo ingin menunjukkan ketegasan tetapi tetap menghormati kritik, ungkapan atau peribahasa seperti ini akan terdengar lebih elegan dan membangun daripada yang terkesan merendahkan pihak lain.
Kita tentu ingin Indonesia menjadi negara yang kuat, makmur, dan dihormati dunia. Namun, jika dalam perjalanannya kritik dan masukan dari rakyat hanya dianggap sebagai gangguan yang layak diabaikan, jangan salahkan jika nanti “gonggongan” itu berubah menjadi raungan yang lebih besar.
Sejarah telah membuktikan, kafilah yang terlalu lama berjalan tanpa mendengar bisa saja tersesat di padang pasir yang luas.
Jadi, mungkin sudah saatnya kita memodifikasi peribahasa tersebut: “Biar anjing menggonggong, kafilah berhenti sejenak untuk mendengarkan —siapa tahu ada peringatan penting di baliknya.”
Lagi pula, dalam sebuah orkestra, harmoni tercipta bukan hanya dari melodi utama, tetapi juga dari suara-suara kecil yang saling melengkapi.