NASIONAL
NASIONAL

Kondisi Pelajar SMP Korban Peluru Nyasar di Kendari, Kronologis versi Polisi hingga Tindak Lanjut

image_pdfimage_print

BANDA ACEH – SF (13), pelajar perempuan kelas 1 SMP di Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, terkena peluru nyasar, Minggu (11/2/2024).

ADVERTISEMENTS
Mengenang dan Refleksi 20 Tahun Tsunami Aceh dari Bank Aceh Syariah

SF terkena peluru nyasar saat sedang tidur di rumahnya.

Akibatnya SF menderita luka di bahunya.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Dirgahayu Kodam IM ke-68 dari Bank Aceh Syariah

SF terkena peluru nyasar saat sedang tidur di rumahnya di Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (11/2/2024).

Lalu bagaimana kondisi korban?

ADVERTISEMENTS
Kartu ATM Expired Bank Aceh Syariah

Korban sedang menjalani operasi di RS Bhayangkara Kota Kendari, Provinsi Sultra, Minggu (11/2/2024).

Paman SF, Indas yang ditemui di Polsek Mandonga mengatakan kemanakannya tersebut saat ini sedang menjalani operasi.

ADVERTISEMENTS
Selamat Milah BPKH ke 7 Tahun

“Sementara operasi,” ujar Indas usai melaporkan kejadian peluru nyasar tersebut ke Polsek Mandonga, Minggu (11/2/2024).

Kata Indas, setelah sempat dirawat di ruang tindakan, SF kemudian dibawa ke ruang perawatan.

ADVERTISEMENTS
QRIS Merchant Bank Aceh Syariah

“Sudah ada tadi kamarnya,” ujarnya.

TribunnewsSultra.com sempat ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kendari untuk melihat kondisi korban.

ADVERTISEMENTS
SMS Poin - Bank Aceh Syariah

Ia dirawat di ruang tindakan.

Terlihat dalam ruangan tersebut diisi oleh tiga orang. SF berada di tengah sementara kiri kanannya merupakan pasien lain.

SF terbaring di atas ranjang dengan kain gorden di samping kiri kanannya sebagai pembatas dengan pasien lain.

Ia ditemani tantenya. Karena orangtuanya saat ini sedang berada di luar daerah.

Berita Lainnya:
Anggota DPR “Berjamaah” Pakai Dana CSR Bank Indonesia, Said Didu: Hancuuurrr

SF merupakan anak broken home. Orangtuanya pisah sejak ia Kelas 4 SD.

“Sudah sekitar empat tahun dia sama-sama saya,” ujar paman korban.

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari KORPRI ke-53

Saat ini, korban diketahui sudah selesai melakukan operasi dan dalam kondisi sadar di Ruangan VIP Rumah Sakit Bhayangkara Kendari.

Kronologis Peristiwa

Kapolresta Kendari, Kombes Pol Aris Tri Yunarko menjelaskan kronologis peristiwa tersebut.

Dia mengatakan, pada Sabtu (10/2/2024) malam pihaknya mendapati laporan dari warga, ada sekelompok pemuda membawa senjata tajam (sajam).

“Kemudian Tim Patroli dari Sabhara Polda Sultra ke lokasi kejadian,” ujarnya di Polsek Mandonga.

Mereka sempat mendapat perlawanan di mana para remaja tersebut sempat mengayunkan parang ke arah polisi dan jalan raya.

“Sehingga polisi mengeluarkan tembakan peringatan,” ujarnya.

Kombes Pol Aris mengaku pada saat kejadian, pihak Patroli Sabhara Polda Sultra tidak mengetahui peluru yang ditembakkan ke atas tersebut akan jatuh ke rumah SF.

“Karena tembakan peringatan dikeluarkan sejauh 1,2 kilometer dari rumah SF,” kata Kombes Pol Aris.

Kemudian pada pagi hari, Kombes Pol Aris mendapat laporan ada satu pelajar terkena peluru nyasar saat tidur.

“Setelah dilakukan pemeriksaan identik dengan peluru yang ditembakkan ke atas,” jelasnya.

Indas Lega Polisi Tanggung Jawab

Terkait peristiwa ini Kombes Pol Aris mengatakan pihaknya akan bertanggung jawab dengan kondisi korban.

“Kapolda Sultra sudah sampaikan semua biaya perawatan dan kerusakan rumah akan ditanggung,” ujarnya.

Berita Lainnya:
TNI Diduga Culik Warga lalu Aniaya hingga Tewas: 4 Sipil Terlibat, 3 Ditangkap

“Mulai dari biaya perawatan hingga biaya rumah sakit Kapolda Sultra sudah perintahkan untuk diganti rugi, termasuk biaya santunan nanti,” ujarnya.

Polresta Kendari dan Korban Peluru Nyasar

Polresta Kendari, Kombes Pol Aris Tri Yunarko mengatakan Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda) Sultra menanggung biaya perawatan pelajar 13 tahun, SF yang terkena peluru nyasar, Minggu (11/2/2024).

Indas, paman korban mengaku lega lantaran Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) siap menanggung biaya perawatan sang kemenakan, SF.

Sebab sejak pagi Indas kebingungan dengan biaya perawatan kemanakannya tersebut karena ia tak dijamin oleh BPJS.

Indas mengatakan untuk biaya infus dan rontgen saja mereka mengeluarkan uang Rp 1 juta.

“Itupun kami dibantu oleh ibu RT,” kata Indas ditemui di RS Bhayangkara, Minggu (11/2/2024).

Belum lagi biaya perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara.

“Baru dia sekarang lagi dioperasi,” tuturnya.

Indas mengatakan keponakannya tersebut, merupakan anak broken home. Kedua orangtuanya sudah cerai.

“Saya ambil dia ini dari Kelas 4 SD,” kata Indas saat TribunnewsSultra kembali bertemu dengan dirinya di Polsek Mandonga.

Indas yang kembali ditemui pun mengucap syukur setidaknya biaya perawatan kemenakannya tersebut tak lagi menjadi bebannya.

Follow HARIANACEH.co.id untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

1 2

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya