Jumat, 15/11/2024 - 14:26 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Pamit ke Rumah Kerabat, Pendeta Ini Justru Bercinta dengan Siswi SMA di Kamar, Istri Syok

BANDA ACEH –  Karena ulahnya yang tak senonoh cabuli Siswa SMA, oknum Pendeta di Ketapang dilaporkan Istri ke Polisi.

Belum lama ini, seorang istri berinisial PB(51) melaporkan suaminya GAK (59) ke pihak berwajib karena ketahuan melakukan asusila disebuah kamar dengan gadis yang masih Pelajar SMA.

Diketahui suaminya yang adalah pendeta di Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang.

GAK dilaporkan istrinya usai ketahuan sedang melakukan perbuatan asusila bersama dengan seorang anak di bawah umur berusi 16 tahun.

Disampaikan Kapolres Ketapang melalui Kapolsek Jelai AKP Zuanda, peristiwa bermula hari Jumat 15 Juli 2022 lalu, di hari itu, GAK pamit untuk pergi ke rumah temannya.

“beberapa jam kemudian, pelapor mencoba menghubungi handphone suaminya namun tidak terhubung,” terang Zuanda, Jumat (22/7/2022).

Karena curiga, dengan gerak gerik suaminya, pelapor mencoba mencari suami nya ke rumah teman suaminya namun tidak ada di tempat tersebut.

Pelapor mencari suaminya di rumah milik seorang warga yang merupakan kenalan pelapor yaitu rumah orangtua korban.

Ketika tiba di rumah itu, pelapor melihat sepeda motor suaminya sedang terparkir di halaman rumah.

“Pelapor ini sudah curiga dengan suaminya, di rumah inilah pelapor memergoki suaminya sedang berbuat asusila terhadap korban,” kata Zuanda

Kapolsek menjelaskan, saat tiba di rumah itu, pelapor semakin curiga karena suasana rumah sepi, sehingga pelapor masuk ke rumah secara perlahan lahan.

Benar saja kemudian pelapor memergoki suaminya sedang berbuat asusila.

Tak hanya itu, pelapor juga diduga sempat mendapat perlakuan kasar dari suaminya yang berusaha kabur setelah ketahuan.

“Pelapor sempat didorong dan terseret sepeda motor saat mencoba menghentikan suaminya yang akan kabur,” terang Zuanda.

Ditambahkan Kapolsek, atas dasar pengaduan dari pelapor, pihak kepolisian terus melakukan proses hukum seperti mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi, melakukan olah TKP dan  mengumpulkan barang bukti.

“Kami juga melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat setempat serta pihak keluarga korban untuk memastikan situasi tetap kondusif,” kata Zuanda.


Reaksi & Komentar

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ البقرة [185] Listen
The month of Ramadhan [is that] in which was revealed the Qur'an, a guidance for the people and clear proofs of guidance and criterion. So whoever sights [the new moon of] the month, let him fast it; and whoever is ill or on a journey - then an equal number of other days. Allah intends for you ease and does not intend for you hardship and [wants] for you to complete the period and to glorify Allah for that [to] which He has guided you; and perhaps you will be grateful. Al-Baqarah ( The Cow ) [185] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi