Sabtu, 16/11/2024 - 16:51 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Usai Bertemu Pemimpin Hizbullah, Iran Beri Pesan Menohok Pada Amerika Serikat Agar Perang di Palestina Tak Meluas

BANDA ACEH -Israel memberikan ultimatum bagi warga Gaza Utara, Palestina untuk segera berpindah ke Gaza Selatan dalam waktu 1×24 jam, Jumat (13/10/2023). 

Hal itu dilakukan, karena Israel berencana akan meratakan Gaza Utara yang diklaim sudah dikuasai oleh Hamas. 

Setidaknya ada 1,1 juta warga Gaza Utara yang harus pindah ke Gaza Selatan, Palestina Untuk memburu kelompok pejuang Hamas di Palestina tindakan Israel semakin membabi buta.

 Selain mengusir penduduk sipil Palestina, Israel juga mengancam akan mengebom bantuan logistik ke Gaza, Palestina. 

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Hossein Amir-Abdollahian punya pesan untuk pemerintah Amerika Serikat. 

Iran menyebut AS harus mengendalikan Israel untuk mencegah perang regional atas konflik Israel dan Hamas. “jika Amerika ingin mencegah berkembangnya perang di wilayah tersebut, mereka harus mengendalikan Israel.” Selain itu, Teheran juga berupaya menjaga keamanan Lebanon.

 “Amerika ingin memberi Israel kesempatan untuk menghancurkan Gaza, dan ini adalah… kesalahan besar,” kata Amir-Abdollahian, dikutip kantor berita AFP, Jumat (13/10/2023). 

Meskipun Teheran telah lama menjadi pendukung kelompok Hamas, para pejabat Iran bersikukuh bahwa republik Islam tersebut tidak terlibat dalam serangan mendadak ke Israel hari Sabtu (7/10) lalu. 

Untuk mencegah meluasnya pertempuran ke Lebanon menyusul ketegangan perbatasan dalam beberapa hari terakhir, Amir-Abdollahian tiba di Beirut, Lebanon pada Kamis (12/10) malam, setelah singgah di Baghdad, Irak. 

“Keamanan dan perdamaian Lebanon penting bagi kami,” kata Amir-Abdollahian setelah bertemu dengan Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati. “Salah satu tujuan perjalanan kami adalah untuk menekankan keamanan Lebanon,” tambahnya. 

Juga pada hari Jumat, Amir-Abdollahian bertemu dengan pemimpin Hizbullah, Hasan Nasrallah untuk membahas “hasil potensial” dan “posisi yang harus diambil” sehubungan dengan perkembangan terkini, demikian menurut pernyataan Hizbullah.

Sumber: Gelora


Reaksi & Komentar

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِّنكُمْ وَأَنتُم مُّعْرِضُونَ البقرة [83] Listen
And [recall] when We took the covenant from the Children of Israel, [enjoining upon them], "Do not worship except Allah; and to parents do good and to relatives, orphans, and the needy. And speak to people good [words] and establish prayer and give zakah." Then you turned away, except a few of you, and you were refusing. Al-Baqarah ( The Cow ) [83] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi